Tentang Kami

PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung — Kawasan Industri Pertama di Indonesia

Lebih dari 50 Tahun, PT JIEP telah berpengalaman menjadi pengembang dan pengelola Kawasan Industri Pulogadung — Kawasan Industri pertama dan paling strategis di Indonesia dan pusat pergudangan terbesar di Jakarta.

Kawasan Industri Pulogadung yang dikelola PT JIEP

Sejarah singkat JIEP

Lahan seluas 433 hektar di Pulogadung ditetapkan sebagai kawasan industri pertama di Indonesia dan menjadi ekosistem pergudangan dan logistik terbesar di Jakarta.

Pada 26 Juni 1973, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1973, dibentuklah PT Jakarta Timur Industrial Estate Pulogadung (JIEP) sampai dengan saat ini kami telah dipercaya oleh 350+ perusahaan di kawasan Industri Pulogadung.

Saat ini PT JIEP merupakan BUMN sekaligus BUMD dengan kepemilikan saham 53% oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan 47% oleh PT Danareksa sebagai perwakilan Danantara.

433 Ha

Luas Kawasan Industri

350+

Perusahaan Tenant Aktif

50+

Tahun Pengalaman

BUMN/BUMD

Pemprov DKI & Danantara

Visi

Menjadi pengembang dan pengelola yang berstandar internasional di bidang kawasan terpadu untuk industri, bisnis, properti, logistik, yang mandiri dan bernilai tambah tinggi serta berwawasan lingkungan.

Unit Bisnis JIEP

  • Tanah Kavling Industri
  • Properti Pergudangan & Office Rent
  • SBU Logistik
  • Retail & Service Management

Misi

  1. Menyediakan prasarana dan sarana usaha bermutu tinggi & berdaya saing internasional bagi komunitas industri di kawasan JIEP.
  2. Meningkatkan nilai perseroan secara berkelanjutan.
  3. Melakukan perbaikan berkelanjutan atas proses dan prosedur kerja serta membangun keahlian yang mendukung pengembangan.
  4. Bersinergi dengan BUMN/BUMD dalam pengembangan bisnis kawasan industri & penguatan sistem logistik nasional.
  5. Mengembangkan Kawasan Industri Pulogadung menjadi pusat industri kreatif, R&D, dan bernilai tambah tinggi berkelas dunia.
  6. Membangun & mengintegrasikan infrastruktur sebagai titik distribusi utama logistik nasional.
  7. Memberikan kontribusi optimal pada perekonomian daerah dan nasional.